Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Alasan Dana Kekayaan Negara Beli Emas

Gambar
PT Equityworld Futures Semarang – Emas kembali menjadi sorotan utama dalam strategi keuangan global, tidak hanya bagi bank sentral tetapi juga bagi dana kekayaan negara atau sovereign wealth funds (SWF). Kedua entitas ini secara agresif meningkatkan kepemilikan emas mereka sebagai upaya untuk melindungi risiko dan mempertahankan nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global yang terus bergejolak. Tren pembelian emas ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam manajemen cadangan global. Bank sentral dan SWF memandang emas sebagai aset vital yang mampu memberikan stabilitas di tengah fluktuasi pasar dan tekanan inflasi yang meningkat. Laporan terbaru mengindikasikan volume akuisisi emas oleh lembaga-lembaga ini terus meningkat, menegaskan peran strategis logam mulia sebagai penyimpan nilai yang andal. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik, termasuk kekhawatiran de-dolarisasi dan kebutuhan akan diversifikasi portofolio i...

PT Equityworld Futures Semarang – China Makin Berani, Buang Obligasi AS Bernilai Ratusan Triliun

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – China mengubah strategi portofolio cadangan mereka. China sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia secara aktif mengurangi kepemilikannya atas surat utang pemerintah Amerika Serikat dan secara agresif menambah cadangan emasnya. Langkah ini bukan hanya mencerminkan strategi keuangan nasional, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa sistem moneter global sedang bergeser dari dominasi dolar menuju diversifikasi yang lebih luas, terutama China.    Pada April 2025 China mengurangi kepemilikan surat utang Amerika Serikat sebesar US$ 8,2 miliar atau Rp132,6 triliun (kurs Rp16.180/US$). Total kepemilikan kini turun menjadi US$ 757 miliar atau setara dengan Rp1,22 kuadriliun dan merupakan level terendah sejak tahun 2009. Ini adalah bulan kedua berturut-turut China melakukan penjualan atau di masa periode pemerintahan Donald Trump. China ada di posisi ketiga sebagai pemegang asing terbesar US Treasury setelah Jepang dan Inggris. Inggris kini te...