PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak mengalami penurunan di perdagangan Asia pada Kamis (30/11) akibat sinyal ekonomi yang lemah dari China, negara importir minyak terbesar di dunia. Harga minyak Brent untuk penyerahan Januari turun 0,4% menjadi $82,81 per barel, sementara minyak WTI turun 0,4% ke $77,54 per barel. Kedua jenis minyak ini diprediksi akan mengalami penurunan antara 3% dan 5% pada bulan November, menandai penurunan selama dua bulan berturut-turut.
Beberapa poin terkait dengan pergerakan harga minyak:
PMI China dan Kekhawatiran Permintaan:
- Angka Purchasing Managers Index (PMI) dari China menunjukkan kontraksi lebih lanjut dalam aktivitas manufaktur di bulan November.
- Pertumbuhan aktivitas bisnis secara keseluruhan di China mencapai level terlemah tahun ini, menimbulkan kekhawatiran atas permintaan minyak.
Pertemuan OPEC+:
- Traders minyak menunggu hasil pertemuan OPEC+, di mana diprediksi akan diumumkan lebih banyak pengurangan pasokan untuk mengimbangi penurunan harga minyak.
- Arab Saudi dan Rusia diperkirakan akan memimpin dalam pemangkasan produksi lebih lanjut, dengan potensi pengurangan sekitar 1 juta barel per hari.
Penurunan Harga Minyak di November:
- Harga minyak menuju penurunan dua bulan berturut-turut pada November, terpukul oleh kekhawatiran memburuknya permintaan minyak karena kondisi ekonomi yang memburuk di beberapa wilayah dunia.
Pemangkasan Produksi OPEC+:
- OPEC+ sedang mempertimbangkan pengurangan produksi yang lebih dalam untuk mengimbangi penurunan harga minyak baru-baru ini.
- Ada laporan yang menyebut bahwa grup ini akan memangkas produksi dengan tambahan 1 juta barel per hari.
Keraguan dan Penundaan Pertemuan:
- Terdapat keraguan mengenai cakupan penuh dari pengurangan pasokan yang direncanakan, terutama setelah adanya laporan ketidaksepakatan di antara anggota OPEC+ yang menyebabkan penundaan pertemuan bulan November.
Persediaan Minyak AS:
- Persediaan minyak AS mengalami peningkatan tak terduga, menambah kekhawatiran atas kelenturan pasar. Cadangan minyak AS naik 1,6 juta barel dalam sepekan hingga 24 November.
Pergerakan harga minyak terus dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi global, kebijakan produsen minyak utama, dan perkembangan dalam produksi dan permintaan minyak. Sentimen pasar terhadap energi terus berkembang seiring dengan peristiwa global dan kebijakan sektor minyak dan gas.
PT Equityworld Futures Semarang
Komentar
Posting Komentar