PT Equityworld Futures Semarang – Bank Of Japan (BOJ) Diperkirakan Akan Mempertahankan Suku Bunga Pada Level Negatif Pada Hari Selasa (19/12)


PT Equityworld Futures Semarang – Bank of Japan (BOJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level negatif pada hari Selasa (19/12) ini, di tengah berlanjutnya sinyal dari para pejabat bank sentral bahwa mereka tidak terburu-buru untuk mengetatkan kebijakan.

Namun, apa pun sinyal dari bank sentral tentang kapan mereka berencana untuk mulai beralih dari kebijakan ultra-dovish akan menjadi fokus utama, terutama di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa tahun 2024 akan menjadi tahun di mana BOJ mengakhiri rezim kontrol kurva imbal hasil (YCC).

Suku bunga jangka pendek diperkirakan akan dipertahankan di kisaran negatif 0,1%, sementara target untuk yield obligasi 10 tahun diperkirakan akan tetap di 0%.

BOJ telah memperlebar kisaran yang memungkinkan yields 10 tahun berfluktuasi tiga kali selama 12 bulan terakhir - langkah pertama untuk mengetatkan kebijakan sejak memulai langkah-langkah YCC pada tahun 2016.

Saat Gubernur BOJ Kazuo Ueda mengisyaratkan akan mengakhiri kebijakan YCC pada tahun 2024, ia juga baru ini mengatakan bahwa kebijakan akan tetap longgar dalam waktu dekat, dengan alasan perlunya lebih banyak dukungan untuk ekonomi Jepang.

Ueda juga mengisyaratkan akhir tahun yang "menantang" bagi bank, yang secara singkat memicu serangkaian ekspektasi hawkish pada yen sebelum para pejabat mengatakan bahwa kebijakan akan tetap longgar untuk saat ini.

"Para pelaku pasar akan mencari kejelasan lebih lanjut pada rapat mendatang mengenai apakah komentar-komentar tersebut mungkin telah disalahpahami. Untuk saat ini, ekspektasi pasar secara luas memperkirakan Jepang akan menghapus suku bunga negatifnya hanya pada kuartal kedua tahun 2024," tulis analis di IG dalam sebuah catatan terbarunya.

Jajak pendapat Reuters juga menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku pasar melihat pivot pada 2024, meskipun waktu untuk melakukan hal tersebut terlihat pada akhir tahun, bukan lebih awal.

Rapat hari Selasa - yang merupakan rapat bank sentral utama terakhir untuk tahun ini - diperkirakan akan memberikan lebih banyak isyarat tentang rencana untuk keluar dari YCC, terutama di tengah meningkatnya tekanan pada BOJ untuk mempertimbangkan langkah tersebut.

BOJ merupakan pembeda di antara bank-bank sentral utama tahun ini, yang sebagian besar menaikkan suku bunga dan beri isyarat kebijakan yang lebih ketat dalam menghadapi inflasi yang tinggi. Tetapi bank sentral lainnya - terutama Federal Reserve - kini akan mulai melonggarkan kebijakan pada tahun 2024, di tengah-tengah pendinginan dalam ekonomi global.

Inflasi secara konsisten melampaui target tahunan BOJ sebesar 2% selama hampir dua tahun berturut-turut, sementara yields obligasi 10 tahun juga telah menguji batas atas 1% dalam beberapa minggu terakhir.

Namun, pelemahan ekonomi Jepang dapat membuat BOJ tetap dovish untuk saat ini. Data terbaru menunjukkan ekonomi Jepang berkontraksi lebih besar dari yang diperkirakan pada kuartal ketiga, menyusul dorongan singkat dari pariwisata.

Inflasi yang tinggi, pertumbuhan upah lamban, dan yen melemah sangat membebani belanja konsumen, yang membuat produk domestik bruto menyusut 2,9% per tahun pada kuartal tersebut.

PT Equityworld Futures Semarang

Komentar