PT Equityworld Futures Semarang – Bursa Saham Asia Sebagian Besar Menguat Pada Hari Rabu (06/12)
PT Equityworld Futures Semarang – Bursa saham Asia sebagian besar menguat pada hari Rabu (06/12). Indikator pasar tenaga kerja AS yang lemah memicu lebih banyak spekulasi bahwa Federal Reserve memiliki ruang terbatas untuk mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi, membantu investor abaikan warning dari ekonomi China.
Data JOLTs menunjukkan lowongan pekerjaan turun lebih besar dari yang diharapkan pada bulan Oktober, indikasi beberapa pendinginan di pasar tenaga kerja. Angka tersebut meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga bulan Maret oleh The Fed, dan traders saat ini memperkirakan peluang hampir 54% untuk pemangkasan 25 basis poin.
Treasury yields AS juga turun setelah data tersebut, sehingga menguntungkan saham-saham teknologi global. Data JOLTs muncul hanya beberapa hari sebelum data utama nonfarm payrolls untuk bulan November, yang akan memberikan petunjuk yang lebih jelas di pasar tenaga kerja pada hari Jumat ini.
Indeks Nikkei 225 Jepang termasuk di antara yang berkinerja terbaik di Asia, melonjak 1,7% dari penguatan besar dalam saham manufaktur dan teknologi. Indeks ini menghentikan penurunan selama tiga hari, pasalnya kekuatan yen membuat saham-saham yang banyak mengekspor berada di bawah tekanan.
Indeks ASX 200 Australia menguat 1,4% bahkan saat data ekonomi tumbuh kurang dari perkiraan dari negara tersebut pada kuartal ketiga. Namun data menunjukkan bahwa beberapa aspek ekonomi - terutama permintaan dan belanja domestik - tetap kuat, yang membantu mengimbangi turunnya ekspor yang sangat besar.
Indeks KOSPI Korea Selatan menguat 0,5%. Saham grup media YG Entertainment Inc (KQ:122870) melonjak lebih dari 20% setelah mengatakan bahwa mereka telah menandatangani kontrak baru dengan empat anggota girlband yang sangat populer, Blackpink.
Saham-saham China naik, tetapi warning Moody's memperburuk sentimen
Indeks Shanghai Shenzhen CSI 300 dan Shanghai Composite China naik tipis pada hari Rabu, dan penguatan saham-saham teknologi membantu indeks Hang Seng Hong Kong naik sekitar 0,6%.
Namun ketiga indeks mengalami kerugian yang cukup besar sepanjang tahun berjalan, dan telah jauh lebih buruk daripada indeks-indeks lain di Asia tahun ini.
Sentimen terhadap perekonomian terbesar di Asia ini mendapat pukulan baru pada hari Selasa setelah lembaga pemeringkat Moody's menurunkan prospek kredit China menjadi negatif, dan menandai meningkatnya risiko ekonomi dari krisis pasar properti dan kurangnya dukungan kebijakan yang jelas dari Beijing.
Data terkini purchasing managers index (PMI) dari China juga menunjukkan aktivitas bisnis masih berada di bawah tekanan. Fokus saat ini tertuju data perdagangan dari negara ini, yang akan dirilis hari Kamis, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai perekonomian.

Komentar
Posting Komentar