PT Equityworld Futures Semarang – Harga Minyak Bergerak Tipis Di Perdagangan Asia Pada hari Selasa (12/12)
PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak bergerak tipis di perdagangan Asia pada hari Selasa (12/12 dan pasar tetap khawatir menyusul ada lebih banyak tanda-tanda pelemahan ekonomi di negara importir utama China, sementara kewaspadaan mulai muncul sebelum rilis inflasi utama dari AS dan India.
Data pada akhir pekan menunjukkan China tergelincir lebih jauh ke dalam disinflasi pada bulan November, menambah banyak keresahan atas perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara tersebut. Angka ini juga muncul hanya beberapa hari setelah data yang menunjukkan turunnya impor minyak China, yang menunjukkan bahwa perlambatan pertumbuhan sekarang mengikis permintaan negara ini terhadap minyak.
Harga minyak telah jatuh ke level terendah enam bulan setelah data impor China, sekaligus menandai serangkaian penurunan terburuk dalam lima tahun terakhir. Namun, harga minyak mengalami penguatan minggu ini di tengah aksi bargain buying, sementara traders juga terdorong oleh rencana AS untuk membeli lebih banyak minyak untuk mengisi kembali Strategic Petroleum Reserve/SPR.
Harga minyak Brent yang akan berakhir Februari flat di $76,03 per barel, sementara minyak WTI stabil di $71,59 per barel pukul 08.04 WIB.
Data inflasi menjadi fokus sebelum rapat bank sentral
Pasar saat ini sedang menunggu data inflasi utama dari AS dan India, yang akan dirilis hari ini.
Inflasi consumer price index (CPI) AS diperkirakan telah menurun lebih lanjut di bulan November, meskipun sedikit, dan masih diperkirakan akan tetap berada di atas target tahunan Federal Reserve sebesar 2%.
Angka ini juga muncul hanya sehari sebelum pengumuman keputusan suku bunga dari bank sentral, yang diperkirakan akan menahan suku bunga.
Namun, angka inflasi hari Selasa kemungkinan akan menjadi faktor yang mempengaruhi pandangan Fed terhadap suku bunga pada tahun 2024, di tengah ketidakpastian yang semakin meningkat apakah bank sentral akan mulai memangkas suku bunga di awal tahun.
Kekhawatiran akan suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama telah menjadi pemberat utama bagi harga minyak, terutama karena traders khawatir terhadap kondisi ekonomi yang terbatas akan menggerus permintaan bahan bakar. Permintaan bahan bakar AS terlihat menurun dalam beberapa minggu terakhir, meskipun penurunan ini juga disebabkan oleh musim dingin.
Inflasi CPI India juga akan dirilis hari Selasa, dan muncul hanya beberapa hari setelah Reserve Bank of India memperingatkan adanya potensi lonjakan inflasi karena harga pangan yang tinggi.
Negara ini adalah salah satu importir minyak terbesar di dunia, dan diperkirakan akan mengalami peningkatan permintaan minyak di tahun-tahun mendatang, terutama jika perekonomiannya terus tumbuh melampaui negara-negara lain di dunia.
Namun, prospek jangka pendek untuk minyak tetap suram, utamanya dengan kondisi moneter global yang akan tetap ketat. Pemangkasan produksi yang mengecewakan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) juga menandakan pasar yang kurang ketat pada awal 2024 daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Selain The Fed, keputusan suku bunga dari European Central Bank, Bank of England dan Swiss National Bank juga akan diumumkan minggu ini. Ketiganya diharap akan memberi sinyal suku bunga yang tinggi lebih lama.

Komentar
Posting Komentar